Langsung ke konten utama

Postingan

Manajemen Waktu Belajar Agama

Seperti yang kita ketahui bahwa seorang Muslim wajib belajar agama. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ       "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224) Meskipun pada jaman ini sudah memasuki jaman milenial (jaman now), waktu begitu cepat. Manusia membutuhkan porsi waktu yang besar untuk melakukan segala aktifitas sehari-hari. Sehingga belajar agama bukan menjadi suatu perioritas namun sekedar pengisi waktu luang. Ada satu kaidah.. "Barangsiapa yang tergesa-gesa meraih sesuatu sebelum tiba waktunya, maka dia akan dihukum dengan tidak boleh mendapatkan hal itu.". Sebagai permisalan pelajar yang dituntut untuk belajar cepat dengan kurikulum yang cepat. Untuk itu ada kiat-kiat istiqomah dalam belajar agama dengan waktu yang singka...

Poin-poin inti penjelasan Syaikh Utsman al-Khamis tentang Kenapa Syiah Membenci Aisyah

Syi'ah mencela 'Aisyah "ummul mukminin" karena ingin meruntuhkan sumber-sumber utama pendalilan ahlussunah. 'Aisyah meriwayatkan lebih dari 2000 hadits Nabi. Terbanyak di antara istri-istri Nabi yang lain, bahkan jika semua riwayat istri-istri Nabi dikumpulkan, riwayat dari 'Aisyah masih lebih banyak. Dia wanita yang paling cerdas. Apakah 'Aisyah membenci ahlul bait..?? Sama sekali tidak. Buktinya yang meriwayatkan hadits bahwa Fathimah adalah sayyidah wanita di surga adalah 'Aisyah, yang meriwayatkan hadits tentang fadhilah al-Hasan juga 'Aisyah. Agama Syi'ah tidak punya satu pun sanad al-Quran maupun hadits. Mereka tidak mampu mendatangkannya sampai saat ini. Sanad murni dari mereka, yang bersambung ke Nabi, dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, mereka sama sekali tidak punya. Mau tidak mau mereka kembali ke sanad ahlussunah. Sangat mudah bagi orientalis mendebat Syi'ah. Jika Yahudi tidak punya sanad Taurat sampai ...

Meluruskan Perspektif Kaum Muslimin seputar istilah Kafir

Status kafir itu tetaplah harus di sematkan pada orang-orang yang ingkar tidak beriman/tidak yakin kepada Allah dan RasulNya, ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Kafir itu sendiri secara etimologi atau secara bahasa bermakna kufur atau mengingkari ... ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kafir adalah orang yang tidak percaya kepada Allah dan rasul-Nya. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ [ ka·fir n orang yang tidak percaya kepada Allah dan rasul-Nya; ] ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Dan dalam penyematan istilah kafir tidak harus berkonotasi buruk dan mengerikan, karena tak semua orang-orang kafir di perangi bahkan mereka dalam naungan keadilan islam dan dilindungi jika mereka tidak memerangi kaum muslimin dan taat di bawah kepemimpinan kaum muslimin ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas, beliau berkata, “Dahulu kaum musyrikin terbagi menjadi dua golongan di hadapan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin. Diantara mereka ada golongan yang dinamakan ahlul harb, nabi memerangi mereka dan...

Fenomena Ruwaibidhoh

Di sebuah negeri antah berantah.. Semua bisa serba instan.. Dengan mengandalkan ketrampilan mengolah kata, seseorang bisa dengan mudah di-ustadz-kan.. Dengan Modal Al-Qur'an dan terjemahannya seseorang bisa langsung menafsirkan Al-Qur'an. Ada lagi yang masuk Islam hari ini, besoknya langsung jadi da'i. Asal bisa bahasa Arab sedikit, ditambah Lap Top atau Tablet langsung buka pengajian dan punya murid plus nongol di TV. Sesekali jadi aktor buat film "religi" di bulan Ramadhon. Karena merasa disaingi oleh sang da'i, artis juga tak mau kalah.  Sambil megang gitar tua, sang artis tanpa malu-malu berfatwa pada masalah-masalah yang memerlukan kompetensi fiqih tingkat tinggi. Iya, berfatwa pada masalah-masalah yang seandainya ditanyakan pada Umar, niscaya dia akan mengumpulkan ahli Badr untuk mencari jawabannya. Kabar terakhir yang saya terima, ada mentalis yang tiba-tiba jadi mufassir.. Konon tafsirnya "luar biasa". Iya, "luar b...

Islam Atau Arab

Tulisan ini untuk mengajak umat muslim Indonesia lebih kritis dalam memahami tentang 'ISLAM dan ARAB' dengan kebudayaannya, sehingga kita tidak terperangkap dalam kesesatan pemikiran yang sempit tentang ISLAM. 1. Menjadi Muslim berbeda dengan menjadi orang Arab, maka "ISLAMISASI" jelas-jelas berbeda dengan "ARABISASI". 2. Islam itu bukan ajaran Arab, walaupun: » Al-Qur'an berbahasa Arab, dan » Nabi Muhammad dari kaum Arab. Islam itu 'Jalan Hidup', 'Prinsip Hidup'  bukan keyakinan orang Arab. 3. Faktanya.. Turunnya ajaran agama Islam justru 'ditentang' oleh kaum Arab di masa itu karena Islam datang mengubah: » Tradisi, » Keyakinan, » Kebiasaan jahiliyah orang-orang Arab. 4. Islam datang kepada kaum Arab membawa 'Tatanan yang Baru' sama sekali, baik dalam hal: » Tradisi, » Kebiasaan, » Akhlak, » Hukum, » dan juga Cara Hidup. 5. Perlu dicatat! Karena Al-Qur'an dan Nabi Muhammad berbahasa Arab,...

Persatuan Umat Islam

Agama Islam mengajak manusia kepada persatuan, berkumpul di atas kebenaran, berpijak kepada al-Qur`an dan as-Sunnah menurut pemahaman salafush shalih. Agama Islam memerintahkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa, dan melarang tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Allâh Azza wa Jalla berfirman: ﻭَﺗَﻌَﺎﻭَﻧُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺒِﺮِّ ﻭَﺍﻟﺘَّﻘْﻮَﻯٰۖ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻌَﺎﻭَﻧُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺈِﺛْﻢِ ﻭَﺍﻟْﻌُﺪْﻭَﺍﻥِ    Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan [Al-Mâ`idah/5:2] Islam melarang perpecahan dan berkelompok-kelompok yang masing-masing berbangga dengan golongannya. Persatuan yang dikehendaki dalam agama Islam adalah kesatuan dalam akidah, manhaj, dan berpegang teguh kepada al-Qur`an dan Sunnah menurut pemahaman salafus shalih. Persatuan yang dimaksud bukan sekedar persatuan badan atau perkumpulan, tetapi lebih ditekankan kepada persatuan hati dalam berakidah dan...

Shalat Terus Maksiat Jalan

Kita tahu bahwa shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Sayangnya, ada yang rajin shalat, namun di luar itu ia masih berjudi. Kami pun mendapatkan cerita seperti itu. Apakah shalatnya yang bermasalah? Coba kita kaji bersama dengan melihat perkataan ulama-ulama salaf di masa silam. Allah Ta’ala berfirman, ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﺗَﻨْﻬَﻰ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻔَﺤْﺸَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45). Ibnu Mas’ud pernah ditanya mengenai seseorang yang biasa memperlama shalatnya. Maka kata beliau, ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻻَ ﺗَﻨْﻔَﻊُ ﺇِﻻَّ ﻣَﻦْ ﺃَﻃَﺎﻋَﻬَﺎ “Shalat tidaklah bermanfaat kecuali jika shalat tersebut membuat seseorang menjadi taat.” (HR. Ahmad dalam Az Zuhd, hal. 159 dengan sanad shahih dan Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushonnaf 13: 298 dengan sanad hasan dari jalur Syaqiq dari Ibnu Mas’ud). Al Hasan berkata, ﻣَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ ﺻَﻼَﺓً ﻟَﻢْ ﺗَﻨْﻬَﻪُ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻔَﺤْﺸَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟﻤﻨْﻜَﺮِ، ﻟَﻢْ ﻳَﺰْﺩَﺩْ ﺑِﻬَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺇِ...